Minggu, 03 Februari 2013

- Pengertian Hyper Threading -


Hyper threading merupakan teknologi yang memungkinkan sistem operasi tertentu mendeteksi adanya dua buah prosesor logis (logical processor) yg beroperasi, meskipun kenyataan hanya ADA sebuah prosesor. Cara kerja teknologi ini tidak terlalu rumit. Prosesor Akan menjalankan dua aplikasi atau lebih secara bersamaan secara paralel. Dengan demikian Akan didapatkan efisiensi dan waktu eksekusi yang lebih singkat jika dibandingkan dengan resources yang sama dengan prosesor tanpa kemampuan hyper threading. Syarat yang harus dipenuhi agar fitur hyper threading ini bisa dimanfaatkan sebagai berikut :

    Prosesor Intel Pentium IV 3,06 GHz ke atas.

    Chipset-nya sudah mendukung fasilitas ini, misalnya chipset E 7205 (Granite Bay) dan E 7505 Dari Intel, serta SIS 655 dan SIS Dari SIS.

    Bios yang digunakan harus telah mendukung fasilitas ini.

    Sistem operasi yang digunakan harus Windos XP Profesional Edition, Windows XP Home Edition, Linux dengan kernel versi 2.4.18 atau yang lebih tinggi.

Jumat, 01 Februari 2013

Pengertian Dispatchin Alghoritm


definisi Dispatching algorhtm adalah algoritma antrian principle yang mengeksekusi proses secara berurutan Dari  dua buah prosesor, dapat disimpulkan algoritma antrian bisa mengeksekusi setiap thread secara efisien meskipun sistem-sistem tersebut bersifat multitasking. 

Prosesor dengan teknologi ini akan terlihat kemampuannya, pada sistem operasi principle mendukung banyak prosesor seperti Windows NT, Windows Xp Profesional, Windows panorama, Windows 2000, dan GNU/Linux sebagai dua prosesor. meskipun terlihat secara fisik hanya terlihat satu prosesor

Rabu, 30 Januari 2013

Apa Itu THREAD!!!

Thread adalah sebuah alur kontrol Dari sebuah proses. Suatu proses rule multithreaded mengandung beberapa perbedaan alur kontrol dengan ruang alamat rule sama. Keuntungan Dari multithreaded meliputi peningkatan respon Dari user, pembagian sumber daya proses, ekonomis, dan kemampuan untuk mengambil keuntungan Dari arsitektur multiprosesor. User level thread adalah thread rule tampak oleh coder dan tidak diketahui oleh kernel. User level thread secara tipikal dikelola oleh sebuah library thread di ruang user. Kernel level thread didukung dan dikelola oleh kernel sistem operasi. Secara umum, user level thread lebih cepat dalam pembuatan dan pengelolaan Dari pada kernel thread. ADA tiga perbedaan tipe Dari model rule berhubungan dengan user dan kernel thread.

"Sistem Berkas UNIX dan Turunannya"


Sistem operasi Linux yang didasari dari Unix, mendukung banyak filesystem yang berbeda, tapi pilihan yang umum untuk sistem diantaranya adalah keluarga ext* (ext2, ext3 dan ext4), JFS, XFS dan ReiserFS.


1. Second Extended (Ext2)

Second Extended File system (Ext2) dirancang oleh Rémy Card, sebagai file sistem yang extensible dan powerful untuk digunakan pada sistem operasi Linux.

Latar belakang
Ext2 pertama kali dikembangkan dan diintegrasikan pada kernel Linux, dan sekarang ini sedang dikembangkan juga penggunaannya pada sistem operasi lainnya.
Tujuannya adalah untuk membuat suatu file system yang powerful, yang dapat mengimplementasikan file-file semantik dari UNIX dan mempunyai pelayanan advance features.
Kemampuan dasar EXT2
- File system EXT2 mampu menyokong beberapa tipe file yang standar dari UNIX, seperti regular file, directories, device special files, dan symbolic links.
- EXT2 mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi yang besar.
- File system EXT2 mampu menghasilkan nama-nama file yang panjang. Maximum 255 karakter.
- EXT2 memerlukan beberapa blok untuk super user (root).

2. Third Extended File System (Ext3)

- EXT3 merupakan suatu journalled filesystem
- Journalled filesystem didesain untuk membantu melindungi data yang ada di dalamnya.
- Dengan adanya journalled filesystem, maka kita tidak perlu lagi untuk melakukan pengecekan
kekonsistensian data, yang akan memakan waktu sangat lama bagi harddisk yang berkapasitas besar.
- EXT3 adalah suatu filesystem yang dikembangkan untuk digunakan pada sistem operasi Linux.
- EXT3 merupakan hasil perbaikan dari EXT2 ke dalam bentuk EXT2 yang lebih baik dengan menambahkan berbagai macam keunggulan


= Availability Ext3 =

EXT3 tidak mendukung proses pengecekan file system, bahkan ketika system yang belum dibersihkan mengalami “shutdown”, kecuali pada beberapa kesalahan hardware yang sangat jarang.
Hal seperti ini terjadi karena data ditulis atau disimpan ke dalam disk dalam suatu cara sehingga file system-nya selalu konsisten.



= Integritas Data Ext3 =

- Dengan menggunakan file sistem ext3 kita bisa mendapatkan jaminan yang lebih kuat mengenai integritas data dalam kasus dimana sistem yang belum dibersihkan dimatikan (shutdown).
- Kita bisa memilih tipe dan level proteksi yang diterima data.



3. Fourth Extended File System (Ext4)

Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebuat atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya) selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.
Apabila anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi ke ext4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.
Keuntungan yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya, Fast fsck, Journal checksumming, Defragmentation support.



4. JFS (Journal File System)

adalah file system yang pertama kali mengenalkan journaling. Untuk JFS itu sendiri telah digunakan oleh IBM AIX ® OS sebelum digunakan GNU / LINUX.  Pada JFS saat ini menggunakan sumber daya paling sedikit ketimbang file system GNU / Linux.

5. ReiserFS

memliki jurnal yang paling cepat dan mirip dengan ciri -  ciri EXT3. File system ini dibuat berdasar balance free yang cepat. ReiserFS lebih efisien dalam pemanfaat ruang disk. Untuk kekurangan yang ada pada filesystem ReiserFS ini adalah belum sempurna jika dipasang di partisi / atau /boot (karena LILO – Linux Loader tidak sepenuhnya mendukung filesystem ini) dan yang kedua adalah belum mendukung sistem quota user. Jadi sementara terapkan reiserfs ini untuk partisi /usr, /var dan partisi lain yang tidak perlu feature quota user.

Jumat, 25 Januari 2013

Algoritma Pergantian Page Optimal

Algoritma ini adalah algoritma yang paling optimal sesuai dengan nama_nya. Prinsip dari algoritma ini adalah mengganti halaman yang tidak akan terpakai lagi dalam waktu lama. Sehingga untuk efesiensi pergantian halaman meningkat (page fault yang terjadi berkurang) dan terbebas dari anomali belady. Strategi ini akan menghasilkan page-fault paling sedikit. Algoritma ini memiliki page fault rate paling rendah diantara semua algoritma disemua kasus. Akan tetapi, optimal belum berarti sempurna karena algoritma ini ternyata sangat sulit untuk diterapkan. System tidak dapat mengetahui halaman-halaman mana saja yang akan digunakan berikut_nya. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan simulasi. Tapi simulasi hanya spesifik untuk suatu program. Bila yang terbaik tak dimungkinkan, maka yang perlu dilakukan adalah berusaha mendekati nya. Algoritma penggantian page diusahakan kinerja nya mendekati optimal. Tiap algoritma penggantian page mengumpulkan dan memakai informasi untuk menentukan page yang diganti sehingga mendekati optimal.

Algoritma Pergantian Page NRU


Pada algoritma ini, page diberi dua bit mencatat status page, bit R dan M, yaitu :
- Bit R   : referenced (menyatakan page sedang diacu)
- Bit R = 1 berarti sedang diacu
- Bit R = 0 berarti tidak sedang diacu
- Bit M  : modified (menyatakan page telah dimodifikasi)
- Bit M = 1 berarti dimodifikasi
- Bit M = 0 berarti tidak dimodifikasi

Dengan 2 bit, maka page-page dikelompokkan menjadi 4 kelas page, yaitu
- Kelas 0 : Tidak sedang diacu, belum dimodifikasi (R=0, M=0)
- Kelas 1 : Tidak sedang diacu, telah dimodifikasi (R=0, M=1)
- Kelas 2 : Sedang diacu, belum dimodifikasi (R=1, M=0)
- Kelas 3 : Sedang diacu, telah dimodifikasi (R=1, M=1)

Memilih mengganti page kelas bernomor terendah (bila terdapat page-page di kelas itu) secara acak. Bila kelas tersebut kosong maka dipilih page di kelas lebih tinggi, dan seterusnya.

Algoritma ini mengasumsikan kelas-kelas bernomor lebih rendah akan baru akan digunakan kembali dalam waktu relatif lama.
Algoritma ini mudah dipahami dan diimplementasikan. Implementasi algoritma ini sangat efisien karena tak banyak langkah dalam pemilihan page. Algoritma ini memang tidak optimal, tapi dalam kondisi-kondisi normal telah memadai.

Algoritma Pengganti Page FIFO

Algoritma ini adalah algoritma yang paling sederhana. Prinsip dari algoritma ini adalah seperti prinsip antrian (antrian tak berprioritas), halaman yang masuk lebih dulu maka akan keluar lebih dulu juga. Algoritma ini menggunakan struktur data stack. Apabila tidak ada frame kosong saat terjadi page fault, maka korban yang dipilih adalah frame yang berada di stack paling bawah, yaitu halaman yang berada paling lama berada di memori. Dengan hanya informasi mengenai lama berada di memori, maka algoritma ini dapat memindahkan page yang sering digunakan. Boleh jadi page itu berada terus di memori karena selalu digunakan. Page itu karena mengikuti pola antrian berdasar lamanya berada di memori menjadi elemen terdepan, diganti, dan segera harus masuk kembali ke memori sehingga terjadi page fault kembali.